Sabtu, 26 September 2026.17.00 WIB
secretariat@mti.or.idLinkedInInstagramXIDEN
Tentang Kami

Sejarah Masyarakat Transportasi Indonesia

Perjalanan panjang MTI sejak 1999 — dari deklarasi di Bandung hingga menjadi lembaga pemikir transportasi nasional yang diakui di tingkat internasional.

1999Tahun berdiri10Kongres nasional34MTI Wilayah
Riset IndependenAdvokasi KebijakanJaringan WilayahSinergi Internasional
Perjalanan Organisasi

Dari deklarasi 1999 hingga arah kebijakan 2025–2030.

Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) adalah organisasi profesi nirlaba yang menghimpun akademisi, pakar, praktisi, dan birokrat di bidang transportasi. Lahir pada 14 Maret 1999 di Bandung, MTI hadir sebagai respons atas kebutuhan akan lembaga independen yang mampu menghasilkan kajian dan rekomendasi kebijakan transportasi yang objektif, berbasis ilmu pengetahuan, dan berorientasi kepentingan publik.

Selama lebih dari dua dekade, MTI telah menyelenggarakan 10 kali Kongres Nasional, menerbitkan ratusan kajian dan rekomendasi kebijakan, serta aktif berkontribusi dalam forum transportasi internasional termasuk EASTS Conference. Dengan jaringan kepengurusan wilayah di 34 provinsi, MTI menjadi wadah sinergi antara dunia akademis, industri, dan pengambil kebijakan.

1999
Fondasi

Pendirian MTI di Bandung

Masyarakat Transportasi Indonesia dideklarasikan pada 14 Maret 1999 di Bandung, diprakarsai oleh para akademisi, pakar, dan praktisi transportasi. MTI lahir dari kebutuhan akan wadah independen yang mampu merumuskan kajian dan rekomendasi kebijakan transportasi berbasis keilmuan.

2001
Kongres I

Kongres I MTI – Jakarta

Kongres pertama menetapkan Anggaran Dasar, struktur kepengurusan, dan program kerja. MTI menegaskan dirinya sebagai organisasi profesi yang independen, berorientasi kepentingan publik, dan berfungsi sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan sistem transportasi nasional.

2004
Kongres II

Kongres II – Surabaya

MTI memperkuat jaringan wilayah dengan membentuk kepengurusan daerah di seluruh Indonesia. Agenda perluasan keanggotaan membawa praktisi, birokrat, dan akademisi dari berbagai provinsi ke dalam satu forum nasional yang aktif menghasilkan rekomendasi kebijakan.

2007
Kongres III

Kongres III – Bandung

MTI semakin dikenal sebagai rujukan kebijakan transportasi. Pada kongres ketiga, organisasi memperluas cakupan isu—dari transportasi perkotaan, perdesaan, hingga logistik dan keselamatan jalan—sekaligus memperkuat kehadiran di forum kebijakan nasional.

2010
Kongres IV

Kongres IV – Makassar

Fokus pada konektivitas Indonesia Timur menjadi warna kuat Kongres IV. MTI mendorong percepatan pembangunan infrastruktur transportasi di kawasan 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) dan merumuskan agenda riset bersama perguruan tinggi daerah.

2013
Kongres V

Kongres V – Palembang

Keselamatan jalan dan transportasi publik menjadi prioritas utama. MTI mempublikasikan kajian tentang angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia dan mengadvokasi penerapan standar keselamatan yang lebih ketat serta peningkatan kualitas layanan angkutan umum.

2016
Kongres VI

Kongres VI – Yogyakarta

Di era masifnya pembangunan infrastruktur nasional, MTI mendorong integrasi moda transportasi dan konsep Transit Oriented Development (TOD) sebagai kerangka utama perencanaan kota. Kolaborasi dengan Kementerian Perhubungan semakin menguat.

2019
Kongres VII

Kongres VII & HUT ke-20 MTI

Dua dekade perjalanan MTI ditandai dengan komitmen yang semakin kuat pada riset berbasis data, advokasi kebijakan berbasis bukti, dan perluasan kerja sama internasional. MTI mulai aktif di forum EASTS (Eastern Asia Society for Transportation Studies).

2021
Kongres VIII

Kongres VIII – Format Hybrid

Pandemi mendorong MTI beradaptasi dengan forum virtual dan hybrid. Selama periode ini MTI menghasilkan serangkaian rekomendasi kebijakan transportasi publik yang aman di masa COVID-19, termasuk penerapan protokol kesehatan di angkutan umum.

2023
Kongres IX

Kongres IX – Bali

MTI merumuskan agenda transportasi hijau dan transisi energi menuju Net Zero Emission 2060. Dekarbonisasi sektor transportasi, elektrifikasi kendaraan, dan integrasi energi terbarukan menjadi bagian dari rekomendasi kebijakan yang diserahkan kepada pemerintah.

2025
Kongres X

Kongres X MTI – Jakarta

Kongres X menetapkan Arah Kebijakan Transportasi Indonesia 2025–2030 dengan lima pilar: keselamatan, konektivitas, logistik efisien, transportasi hijau, dan inklusi sosial. AKSES Utama Edisi 12 mendokumentasikan seluruh rumusan dan rekomendasi kongres untuk para pemangku kebijakan.

Profil Organisasi

Lebih dari 25 tahun membangun kebijakan transportasi Indonesia yang lebih baik.

MTI berdiri di persimpangan antara akademia, industri, dan kebijakan publik — hadir sebagai suara independen yang konsisten memperjuangkan transportasi yang aman, terjangkau, dan berkelanjutan untuk seluruh rakyat Indonesia.